eof
Panduan langkah demi langkah untuk mengatasi berbagai gangguan kesehatan mental
Adiksi Internet adalah ketergantungan berlebihan pada internet atau media digital yang mengganggu fungsi sehari-hari.
Rasa takut dan kecemasan berlebih pada situasi yang membuat Anda sulit melarikan diri atau tidak bisa meminta pertolongan disebut agorafobia. Agoraphobia sering dikaitkan dengan gangguan kecemasan yang timbul saat berada di tempat yang ramai dan terbuka, seperti lift, mal, bioskop, dan transportasi umum.
Agorafobia adalah gangguan kecemasan yang membuat seseorang takut berada di tempat umum atau situasi yang dianggap sulit untuk melarikan diri atau mendapatkan bantuan, seperti di keramaian atau transportasi umum. Kondisi ini dapat membuat penderita enggan keluar rumah dan bergantung pada orang lain.
Bipolar I Disorder adalah bentuk gangguan bipolar yang ditandai oleh setidaknya satu episode mania penuh. Dalam konteks psikiatri, episode mania ini cukup berat hingga bisa mengganggu fungsi sosial, pekerjaan, bahkan membutuhkan rawat inap. Episode depresi sering terjadi, tetapi tidak wajib untuk diagnosis. Yang paling membedakan adalah tingkat keparahan mania.
Bipolar Tipe II adalah gangguan suasana hati yang ditandai oleh pola episode depresi berat yang berulang disertai dengan hipomania (versi lebih ringan dari mania). Berbeda dengan Bipolar Tipe I, pada tipe II tidak ada mania penuh, sehingga sering terlihat “tidak terlalu parah”. Padahal justru banyak penderita mengalami fase depresi yang lebih lama dan lebih mengganggu kehidupan sehari-hari. Saat hipomania, seseorang bisa tampak: Lebih produktif dari biasanya Lebih percaya diri Lebih aktif secara sosial Namun kondisi ini tetap tidak stabil dan bisa berubah menjadi depresi. Karena tidak terlalu ekstrem, banyak orang tidak menyadari bahwa itu adalah gangguan bipolar, dan sering salah dikira hanya depresi biasa.
Bulimia Nervosa adalah gangguan makan dengan pola makan berlebihan diikuti kompensasi seperti memuntahkan diri.
Burnout adalah kelelahan emosional dan fisik akibat tekanan berkepanjangan dari pekerjaan atau kehidupan sehari-hari.
Delayed onset PTSD adalah kondisi di mana gejala PTSD baru muncul setelah beberapa waktu dari kejadian trauma. Bisa muncul berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun kemudian. Awalnya penderita terlihat baik-baik saja. Namun lama-kelamaan gejala mulai muncul. Hal ini sering membuat orang tidak menyadari penyebabnya.
Depresi atipikal adalah jenis depresi yang agak “berbeda” karena suasana hati penderitanya bisa membaik sementara saat mengalami hal menyenangkan. Meski begitu, tetap ada perasaan sedih yang mendalam di waktu lain, dan kondisi ini tetap mengganggu kehidupan sehari-hari.
Depresi Mayor adalah gangguan suasana hati yang ditandai dengan perasaan sedih berkepanjangan, kehilangan minat, dan penurunan energi.
Depresi postpartum adalah depresi yang dialami oleh ibu setelah melahirkan, biasanya muncul dalam beberapa minggu hingga bulan setelah persalinan. Kondisi ini bukan sekadar “baby blues”, tapi lebih serius karena bisa membuat ibu merasa sangat sedih, cemas, bahkan kesulitan menjalin ikatan dengan bayinya. Perubahan hormon, kelelahan, dan tekanan sebagai orang tua baru jadi faktor pemicunya.
Distimia adalah jenis depresi yang lebih ringan dibanding depresi mayor, tapi berlangsung lama, bahkan bisa bertahun-tahun. Orang yang mengalami ini biasanya merasa “low” terus, kayak sedih atau kurang semangat hampir setiap hari, tapi nggak sampai benar-benar lumpuh aktivitasnya. Karena berlangsung lama, kadang penderitanya menganggap itu sebagai hal biasa, padahal sebenarnya itu kondisi yang perlu diperhatikan.
Emotional burnout adalah kondisi di mana seseorang merasa lelah secara emosional karena terlalu banyak tekanan perasaan. Biasanya terjadi karena masalah hubungan, pekerjaan, atau tekanan hidup. Penderitanya merasa kosong dan tidak punya energi emosional. Hal-hal kecil jadi terasa berat. Sulit merasa bahagia. Emosi terasa datar atau malah mudah meledak. Kondisi ini bisa memengaruhi hubungan dengan orang lain.
Fobia sosial adalah gangguan kecemasan yang ditandai dengan rasa takut berlebihan dalam situasi sosial karena khawatir dinilai, dipermalukan, atau dikritik oleh orang lain. Penderitanya cenderung menghindari interaksi sosial, merasa tidak percaya diri, dan kesulitan berkomunikasi di depan umum, sehingga dapat memengaruhi hubungan sosial dan aktivitas sehari-hari.
Fobia sosial adalah rasa takut berlebihan saat berada di situasi sosial. Penderitanya takut dinilai buruk oleh orang lain. Hal ini membuat mereka menghindari interaksi. Rasa tidak percaya diri sering muncul. Kondisi ini bisa mengganggu hubungan sosial.
Fobia spesifik adalah gangguan kecemasan yang ditandai dengan rasa takut yang sangat intens, tidak rasional, dan berlebihan terhadap objek atau situasi tertentu seperti hewan (ular, laba-laba), ketinggian, darah, jarum suntik, atau tempat tertentu. Ketakutan ini biasanya muncul secara otomatis meskipun objek tersebut sebenarnya tidak berbahaya, dan penderitanya sering menyadari bahwa ketakutannya tidak masuk akal, tetapi tetap tidak mampu mengendalikannya. Fobia ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari karena penderitanya cenderung menghindari situasi yang memicu ketakutan tersebut.
Kecemasan umum adalah rasa khawatir yang berlebihan terhadap berbagai situasi sehari-hari.
GAD adalah kondisi di mana seseorang merasa cemas berlebihan hampir setiap hari tentang banyak hal, bahkan hal kecil pun bisa terasa besar. Rasa khawatir ini muncul terus-menerus dan sulit dikendalikan. Penderitanya sering merasa tegang dan tidak tenang. Pikiran jadi penuh dengan kemungkinan buruk. Kondisi ini bisa mengganggu aktivitas sehari-hari.
Insomnia kronis adalah kesulitan tidur yang berlangsung lama dan memengaruhi fungsi sehari-hari.
OCD adalah gangguan yang ditandai oleh pikiran obsesif dan tindakan kompulsif yang berulang.
OCD checking adalah jenis OCD yang membuat seseorang terus-menerus merasa ragu atau takut akan sesuatu yang sudah dilakukan, misalnya takut lupa mengunci pintu, mematikan kompor, atau mencabut listrik. Walaupun sebenarnya sudah dicek, tetap muncul pikiran “gimana kalau belum?” yang bikin cemas dan akhirnya mengecek berulang kali.
OCD kontaminasi adalah jenis OCD yang berfokus pada rasa takut berlebihan terhadap kuman, kotoran, atau sesuatu yang dianggap “tercemar”. Penderitanya sering kepikiran terus soal kebersihan, sampai-sampai hal kecil pun bisa terasa sangat mengganggu. Misalnya, pegang gagang pintu langsung merasa tangan sangat kotor, padahal sebenarnya biasa saja. Pikiran ini muncul terus-menerus (obsesi) dan bikin tidak nyaman, sehingga orang tersebut melakukan tindakan berulang (kompulsi) seperti mencuci tangan berkali-kali untuk mengurangi rasa cemasnya.
OCD jenis ini ditandai dengan munculnya pikiran-pikiran yang tidak diinginkan (intrusive thoughts), seringkali berupa hal yang mengganggu, menakutkan, atau bertentangan dengan nilai diri, seperti pikiran menyakiti orang lain atau melakukan sesuatu yang buruk. Penderitanya biasanya tidak ingin melakukan hal tersebut, tapi pikirannya muncul terus dan bikin cemas.
OCD simetri adalah kondisi di mana seseorang merasa segala sesuatu harus rapi, sejajar, atau simetris. Kalau ada yang “tidak pas”, rasanya sangat mengganggu dan bikin gelisah. Misalnya, posisi barang harus lurus, jumlah sesuatu harus genap, atau harus melakukan sesuatu dengan jumlah tertentu supaya merasa “lega”.
Panic disorder adalah gangguan kecemasan yang ditandai dengan serangan panik tiba-tiba. Serangan ini bisa datang tanpa peringatan. Rasanya sangat menakutkan seperti ada bahaya besar. Padahal sebenarnya tidak ada ancaman nyata. Hal ini membuat penderitanya takut serangan akan datang lagi.
Gangguan kepribadian yang membuat seseorang selalu curiga dan sulit percaya pada orang lain, bahkan tanpa alasan yang jelas.
PTSD terjadi setelah mengalami atau menyaksikan kejadian traumatis, dengan ingatan dan respons stres yang berulang.
PTSD akut adalah kondisi ketika seseorang mengalami trauma setelah kejadian yang sangat menegangkan seperti kecelakaan, bencana, atau kekerasan. Biasanya gejala muncul dalam waktu singkat setelah kejadian tersebut. Penderitanya sering teringat terus dengan kejadian itu. Pikiran terasa tidak tenang dan sulit dilupakan. Kondisi ini bisa mengganggu aktivitas sehari-hari jika tidak ditangani.
PTSD kompleks biasanya terjadi akibat trauma yang berulang dalam jangka waktu lama, seperti kekerasan dalam rumah tangga atau perundungan. Kondisi ini lebih rumit dibanding PTSD biasa. Penderitanya bisa mengalami gangguan emosi yang lebih dalam. Rasa takut dan tidak aman sering muncul. Hal ini bisa memengaruhi cara seseorang melihat dirinya dan orang lain.
PTSD kronis adalah kondisi trauma yang berlangsung dalam waktu lama, bahkan bisa bertahun-tahun. Biasanya terjadi jika trauma tidak segera ditangani. Penderitanya terus merasa terbayang kejadian buruk tersebut. Hal ini membuat hidup terasa berat dan penuh kecemasan. Kondisi ini bisa sangat mengganggu kehidupan sehari-hari.
Gangguan yang membuat seseorang lebih suka menyendiri dan tidak tertarik menjalin hubungan sosial.
Gangguan dengan pola pikir dan perilaku yang aneh, termasuk kepercayaan yang tidak biasa.
Seasonal Affective Disorder (SAD) adalah jenis depresi yang muncul di waktu tertentu dalam setahun, biasanya saat musim dingin atau saat kurang paparan sinar matahari. Walaupun lebih sering terjadi di negara dengan empat musim, kondisi ini tetap bisa terjadi pada siapa saja yang mengalami perubahan ritme hidup atau kurang cahaya alami.
Skizofrenia adalah gangguan psikotik yang memengaruhi cara seseorang berpikir, merasakan, dan berperilaku.
Stres akut adalah kondisi stres yang muncul secara tiba-tiba akibat tekanan atau situasi tertentu, seperti deadline tugas, ujian, atau masalah mendadak. Biasanya sifatnya jangka pendek dan bisa hilang setelah situasi selesai. Meski terlihat ringan, kalau sering terjadi tetap bisa berdampak ke kesehatan. Tubuh dan pikiran jadi lebih tegang dari biasanya. Penderitanya sering merasa terburu-buru dan panik. Kalau tidak dikelola, stres ini bisa menumpuk. Akhirnya bisa berkembang jadi masalah yang lebih serius.
Stres kronis adalah kondisi stres yang berlangsung dalam waktu lama dan terus-menerus. Biasanya terjadi karena masalah yang tidak kunjung selesai, seperti tekanan kerja atau masalah pribadi. Kondisi ini lebih berbahaya dibanding stres biasa. Tubuh dan pikiran jadi terus dalam keadaan tegang. Penderitanya sering merasa lelah secara mental. Hidup terasa berat dan melelahkan. Jika dibiarkan, bisa memicu gangguan kesehatan lain.
Lanjutkan dengan mempelajari cara pencegahan untuk menjaga kesehatan mental Anda.
Lihat Panduan Pencegahan