Deskripsi
Bipolar I Disorder adalah bentuk gangguan bipolar yang ditandai oleh setidaknya satu episode mania penuh. Dalam konteks psikiatri, episode mania ini cukup berat hingga bisa mengganggu fungsi sosial, pekerjaan, bahkan membutuhkan rawat inap.
Episode depresi sering terjadi, tetapi tidak wajib untuk diagnosis. Yang paling membedakan adalah tingkat keparahan mania.
Gejala-Gejala
a. Episode Mania
1. Perasaan sangat senang, euforia, atau mudah marah secara ekstrem
2. Energi meningkat drastis, hampir tidak merasa lelah
3. Bicara sangat cepat dan sulit dihentikan
4. Pikiran terasa “loncat-loncat”
5. Percaya diri berlebihan (bahkan tidak realistis)
6. Mengambil keputusan berisiko (misalnya belanja berlebihan, perilaku impulsif)
7. Gangguan tidur (tidur sangat sedikit tapi tetap merasa bertenaga)
Pada kasus berat, mania bisa disertai psikosis (halusinasi atau delusi).
b. Episode Depresi (sering terjadi)
1. Perasaan sedih mendalam atau hampa
2. Kehilangan minat pada aktivitas yang biasanya disukai
3. Mudah lelah, kurang energi
4. Gangguan tidur (insomnia atau terlalu banyak tidur)
5. Perubahan nafsu makan
6. Sulit konsentrasi
7. Muncul pikiran tentang kematian atau bunuh diri
Cara Mengatasi
A. Obat-obatan
1. Mood stabilizer (misalnya lithium)
2. Antipsikotik untuk mengatasi mania atau psikosis
3. Antidepresan (digunakan hati-hati, biasanya bersama mood stabilizer)
B. Psikoterapi
1. Terapi kognitif-perilaku (CBT)
2. Psikoedukasi (memahami pola penyakit)
3. Terapi keluarga untuk dukungan sosial
C. Perawatan tambahan
1. Rawat inap jika gejala sangat berat
2. Rutinitas hidup yang stabil (tidur, makan, aktivitas)
Pencegahan
Bipolar I tidak selalu bisa dicegah sepenuhnya, tetapi kekambuhan bisa dikontrol:
1. Konsumsi obat secara teratur sesuai anjuran dokter
2. Menjaga pola tidur yang konsisten
3. Menghindari stres berlebihan
4. Tidak menggunakan alkohol atau narkoba
5. Mengenali tanda awal mania atau depresi
6. Rutin kontrol ke profesional kesehatan mental